1. Al-Idhthiba’
Yaitu memasukkan tengah-tengah kain ihram di bawah ketiak kanan dan
menyelempangkan ujungnya di pundak kiri sehingga pundak kanan terbuka,
berdasarkan hadits Ya’la bin Umayyah bahwasannya Rasulullah SAW thawaf
dengan idhthiba’. (HR Ibnu Majah, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah).
2. Mengusap Hajar Aswad.
Berdasarkan hadits Ibnu Umar, ia berkata, “Aku melihat Rasulullah SAW
ketika tiba di Makkah mengusap Hajar Aswad di awal thawaf, beliau thawaf
sambil berlari-lari kecil di tiga putaran pertama dari tujuh putaran
thawaf.” (Muttafaq ‘alaih, An-Nasa’i).
3. Mencium Hajar Aswad.
Berdasarkan hadits Zaid bin Aslam dari ayahnya, ia berkata, “Aku melihat
Umar bin Khathab RA mencium Hajar Aswad dan berkata, “Seandainya aku
tidak melihat Rasulullah SAW menciummu, niscaya aku tidak akan
menciummu.” (Muttafaq ‘alaih, Abu Dawud, Ibnu Majah, At-Tirmidzi,
An-Nasa’i).
4. Bertakbir setiap melewati Hajar Aswad.
Berdasarkan hadits Ibnu Abbas, ia berkata, “Nabi SAW thawaf mengelilingi
Ka’bah di atas untanya, setiap beliau melewati Hajar Aswad beliau
memberi isyarat dengan sesuatu yang ada pada beliau kemudian bertakbir.”
(HR Bukhari).
5. Berlari-lari kecil pada tiga putaran pertama thawaf yang pertama kali (thawaf qudum).
Berdasarkan hadits Ibnu Umar, “Bahwasanya Rasulullah SAW ketika thawaf
mengitari Ka’bah, thawaf yang pertama kali, beliau berlari-lari kecil
tiga putaran dan berjalan empat putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan
berakhir kembali di Hajar Aswad.” (Muttafaq ‘alaih, Ibnu Majah, Abu
Dawud, An-Nasa’i).
6.
Sunah sunah dalam melakukan thawaf Mengusap rukun Yamani.
Berdasarkan hadits Ibnu Umar, ia berkata, “Aku tidak pernah melihat
Rasulullah SAW mengusap Ka’bah kecuali dua rukun Yamani (rukun Yamani
dan Hajar Aswad).” (Muttafaq ‘alaih, Abu Dawud, An-Nasa’i).
7. Berdo’a di antara dua rukun (rukun Yamani dan Hajar Aswad) dengan
do’a sebagai berikut: رَبَّنَآ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي
اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
“Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (HR Bukhari, Ibnu Majah).
8. Shalat dua rakaat di belakang maqam Ibrahim setelah thawaf.
Berdasarkan hadits Ibnu Umar, ia berkata, “Setelah tiba, Rasulullah SAW
thawaf mengelilingi Ka’bah tujuh kali, kemudian beliau shalat dua rakaat
di belakang maqam Ibrahim dan sa’i antara Shafa dan Marwah.”
9. Sebelum shalat di belakang Maqam Ibrahim membaca: وَاتَّخِذُوْا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّىٰ.
“Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim itu tempat shalat.”
Kemudian membaca dalam shalat dua rakaat itu surat Al-Ikhlash dan surat Al-Kaafirun.
10. Berdiri di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah dengan cara menempelkan dada, wajah dan lengannya pada Ka’bah.
11. Minum air zamzam dan mencuci kepala dengannya.
Berdasarkan hadits Jabir bahwasannya Rasulullah SAW mengerjakan hal tersebut
Demikian sedikit penjelasan
haji umroh ways biro travel haji umroh mengenai sunah-sunah thawaf dan semoga bermanfaat ...
sumber reprensi : http://www.jurnalhaji.com/sunah-sunah-haji/